TUGAS 6 RAIHAN 2103015049 TEOROMA DE MORGAN'S
Rangkuman Teori The Morgan
Untuk membuktikan Persamaan (1-1) perlu di perhatikan, bahwa jikalau semua masukan 1, masing-masing ruas persamaan akan memberikan suatu hasil yang sama dengan 0. Di pihak lain, kalau satu (atau lebih dari satu) masukan sama dengan 0, maka masing-masing ruas persamaan akan memberikan suatu hasil yang sama dengan 1. Sehingga, untuk semua kemungkinan masukan dari ruas sebelah kanan persamaan sama dengan ruas sebelah kiri. Persamaan (1-2) dibuktikan dengan cara yang sama. Hukum De Morgan memperlengkap daftar identitas Boolean dasar
Dari hukum De Morgan dapat disimpulkan, bahwa untuk mendapatkan komplemen (pelengkap) dari suatu fungsi boolean adalah dengan mengubah semua operasi OR menjadi operasi AND, ataupun sebaliknya mengubah semua operasi AND menjadi operasi OR, dan melakukan penolakan masing-masing simbol binernya. Dan dengan pertolongan hukum De Morgan dapat kita tunjukkan bahwa suatu rangkaian AND untuk logika positif juga bekerja seperti halnya suatu gerbang OR untuk logika negatif. Misalkan Y adalah keluaran dan A, B, ... , N adalah masukan-masukan ke AND positif, sehingga
Contoh penggunaan aljabar boole hukum-hukum De Morgan pada ekuivalensi rangkaian EXCLUSIVE OR adalah sebagai berikut:
Diketahui suatu fungsi logika boole EXCLUSIVE OR
dan ekuivalen dengan fungsi logika boole
, buktikan bahwa memang kedua persamaan tersebut ekuivalen. Maka dua persamaan tersebut dapat dibuktikan dengan penjabaran dengan pertolongan aljabar boole sebagai berikut:
B. Ternary
C. Quartenary
D. Quinary
E.Temoary
B. Ternary
C. Tujunary
D. Quinary
E. Septenary
B. NOT dan OR
C. AND dan NOT
D. XOR dan NAND
E. NOR dan NOT
B. X-AND dan X-NAND
C. X-OR dan X-NOR
D. X-OR dan X-NOT
E. X-NOR dan X-NAND
B. Basis 8 yaitu 1,2,3,4,5,6,7,8
C. Basis 8 yaitu 0,1,2,4,5,6,7,8
D. Basis 7 yaitu 0,1,2,3,4,5,6,7
E. Basis 7 yaitu 1,2,3,4,5,6,7
B. Ternary
C. Quartenary
D. Quinary
E. Senary
B. Decoder
C. Encoder
D. Multiplexer
E. Adder
B. Full Adder
C. Paralel Adder
D. Seri Adder
E. Split Adder
B. Decoder
C. Encoder
D. Multiplexer
E. Adder
B. Basis 2 yaitu 0 dan 1
C. Basis 2 yaitu 0 dan 2
D. Basis 3 yaitu 0 dan 1
E. Basis 10 yaitu 1 dan 0
B. AND, NOR, NOT
C. XOR, XNOR, AND
D. OR, AND, NOT
E. NOT, OR, NAND
B. Full Adder
C. Paralel Adder
D. Seri Adder
E. Split Adder
a. XOR
b. NAND
c. ORX
d. NOTS
a. XOR
b. NAND
c. ORX
d. ANDS
18. Aturan dari Commutative Law of Multiplication adalah...
a. A+B = B+A
b. AB = BA
c. A+(B+C) = (A+B)+C
d. A(BC) = (AB)C
19. Aturan dari Associative Law of Multiplication adalah...
a. A+B = B+A
b. AB = BA
c. A+(B+C) = (A+B)+C
d. A(BC) = (AB)C
20. Persamaan Komplemen 2 atau lebih variabel gerbang OR sama dengan komplemen variabel khusus gerbang AND adalah...
a. X̅ - Y̅ = X̅Y̅
b. X̅Y̅ = X̅ + Y̅
c. X̅Y̅ = X̅ - Y̅
d. X̅ + Y̅ = X̅Y̅
LINK UHAMKA :

Komentar
Posting Komentar